Psikolog Dampingi Bocah Korban Penyekapan ke Sekolah

Dua bocah mengaku kabur dari rumah toko yang menjadi orang tua angkat menyekap mereka di Makassar, Medcom.id – Andi Aan Pranata

Makassar: Dua bocah yang menjadi korban penyekapan di Makassar, Sulawesi Selatan, kini bersekolah. Mereka pun mulai mengakrabkan diri dengan teman-teman baru di sekolah tersebut.

OW alias AW, 11, duduk di bangku kelas IV SD. Sedangkan US masuk ke kelas 1 SD. Mereka menempuh pendidikan di sekolah yang sama.

“Mereka tengah beradaptasi dengan lingkungan baru,” kata Seni Wati, kepala sekolah tersebut.

Sejumlah psikolog mendampingi mereka masuk sekolah di hari pertama. Psikolog membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

OW dan US merupakan dua bocah yang disekap ibu angkatnya di sebuah rumah toko di Jalan Mirah Seruni, Kota Makassar. Selain mereka, satu anak lain juga menjadi korban yaitu DV yang berusia dua tahun.

Mereka kabur dari rumah toko itu pada Minggu, 17 September 2018. Mereka mencungkil gembok dengan menggunakan sebatang besi.

Setelah itu, mereka melarikan diri. OW sempat terpisah dari dua bocah lain. Sementara US dan DV dibawa warga ke Rumah Aman Asugan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Makassar. Beberapa hari kemudian, petugas menemukan OW.

Mereka kini mendapat perawatan dari Pemerintah Kota Makassar. Kejadian itu juga mengakibatkan mereka trauma. Namun, kondisi psikologi mereka berangsur membaik sehingga dapat bersekolah.

Baca: Tiga Bocah Kabur karena Mengaku Disekap Ibu Angkat

Mereka mengaku kabur dari rumah toko itu lantaran tak tahan lagi disekap. Mereka juga mengaku kerap tidur bersama anjing.

Baca: Tiga Bocah yang Disekap Dipaksa Tidur dengan Anjing

Sementara itu, Meimei, ibu angkat mereka, ditangkap polisi. Ia ditetapkan sebagai tersangka.

Lihat video:
 

(RRN)