Wali Kota Makassar Dukung Polisi Tembak Mati Begal

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menjenguk anggota polisi yang mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, jalan Andi Mappaoudang Makassar, Jumat, 21 Se[tember 2018. Medcom.id/ Andi Aan Pranata.

Makassar: Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mendukung langkah tegas Kepolisian memberantas kejahatan. Pada Jumat 21 September pagi tadi, aparat Polrestabes Makassar menembak mati seorang tersangka begal.

Dukungan kepada Kepolisian disampaikan Ramdhan saat menjenguk anggota Polrestabes yang dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, jalan Andi Mappaoudang Makassar, Jumat siang. Polisi bernama Bripda Yusrival Ilham terluka di leher dan lengan oleh sabetan tersangka begal yang ditembak mati.

“Saya pikir kita harus memberi dukungan yang jelas terhadap penegakan hukum yang tegas,” kata Ramdhan Pomanto di lokasi.

Ramdhan menyebut keputusan tembak ditempat merupakan pilihan tepat. Apalagi tersangka tidak menunjukkan sikap kooperatif kepada aparat, sebaliknya malah membahayakan.

“Residivis ini tergolong sadis karena cenderung melukai. Polisi saja dikasi begitu, bagaimana dengan masyarkat. Saya harus mendukung kepada pihak kepolisian terkhususnya korban, beliau merupakan pahlawan masyarakat karena membela masyarakat,” jelas Ramadhan.

Sebelumnya polisi menembak mati tersangka begal bernama Kemal, di jalan Nikel Makassar, karena dianggap membahayakan nyawa petugas yang berupaya menangkapnya. Tersangka disebut menyerang petugas dengan sebilah pisau. 

“Karena mengancam keselamatan petugas dan masyarakat sekitar, tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan dua kali tembakan mengenai dada kiri,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar Kompol Wirdhanto Hadicaksono.

Tersangka masuk dalam daftar operasi karena diduga kuat sebagai pelaku sejumlah kasus pencurian dengan kekerasan di Makassar. Dia beraksi bersama tiga anggota komplotannya yang lebih dulu ditangkap. Sebelumnya tersangka juga merupakan residivis kasus yang sama.

(DEN)