Peredaran Narkoba di Bali sudah Masuk Desa

Bali: Maraknya pengungkapan kasus penyelundupan narkoba dalam jumlah besar menjadi perhatian publik. Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mengambil langkah tegas dengan menggelar Pelatihan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba, 24-26 September 2018, di Grand Mega Hotel Bali.

“Peredaran narkoba semakin menggila, tidak hanya di kota saja tetapi telah masuk ke desa-desa, bahkanmenurut data Badan Narkotika Nasional (BNN) peredaran narkoba sudah masuk ke pelosok-pelosok hutan di Kalimantan, Sumatra dan lainnya” kata Asisten Deputi bidang Kepemudaan dan Olahraga Menko PMK Alfredo dalam sambutan pembukaan acara, Selasa, 25 September 2018.

Di tempat yang sama, Kepala BNN Bali Brigjen Pol Drs I Putu Gede Suastawa mengungkapkan, ada sekitar 50.000 pengguna narkoba di Bali. Pihaknya bersama pemerintah tengah berupaya sekuat tenaga dalam pembetantasannya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah berkoordinasi dengan desa adat.

“Kami sedang melakukan upaya pemberantasan. Dimulai dari aparatur pemerintah dengan program test urine dan akan ditindak tegas pagi yang positif,” kata Putu dalam diskusi di pelatihan¬† ‘Pengetahuan Adiksi, Konseling dan Rehabilitasi’.

Selain bekerja sama dengan desa adat di seluruh Bali, pihaknya juga melakukan pengawalan dan pendampingan korban penyalagunaan narkoba. “Regulasi sudah diatur oleh perda, di mana setiap desa diwajibkan membentuk relawan,” ujar Putu.

Putu mengatakan, relawan dari desa adat tersebut diberi wewenang untuk memberi sanksi bagi pengguna penyalahgunaan narkoba. Tapi, bagi pengguna narkoba yang sukarela melaporkan diri akan mendapat fasilitas rehabilitasi gratis, bebas hukum dan dijaga kerahasiaannya.

Pelatihan yang ditujukan bagi kaum muda ini, telah diselenggarakan selama tiga tahun. Pada tahun 2018 ini, ada tiga pelatihan yang dicanangkan Kemenpora, yaitu di Aceh (telah terselenggara), di Bali (sedang berlangsung) dan di Jakarta (bulan depan).

(ALB)