‘Sarah si Doel’ Jenguk Korban Penyekapan di Makassar

Makassar: Aktris Cornelia Agatha berkunjung ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), di jalan Anggrek Raya kota Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa petang, 25 September 2018. Dia menjenguk tiga anak korban penyekapan oleh orang tua angkat yang untuk sementara dititip di sana.

Cornelia yang populer dengan karakter Sarah di sinetron ‘Si Doel Anak Sekolahan’ berkesempatan¬† bertemu dengan ketiga anak. Masing-masing AW, 11, US, 5, dan DV, 2. Dia juga memberikan mereka paket berisikan sejumlah barang kebutuhan anak.

Cornelia menyatakan kedatangannya ke Makassar untuk mengetahui kondisi dan perkembangan kasus yang menimpa tiga anak korban penyekapan. Selama ini dia selalu mengikuti informasi seputar kasus ini lewat media massa.

“Saya cuma mau tengok anak-anak ini. Kedua, ingin mempelajari kasus ini karena saya baru kelar kuliah hukum. Saya ingin dedikasikan diri untuk anak dan membantu mereka terhindar dari kekerasan,” kata Cornelia.

Cornelia mengungkapkan, saat ini dia tengah menempuh pendidikan advokat. Ke depan, dia ingin lebih banyak terlibat dalam pembinaan  dan upaya pencegahan kekerasan terhadap anak.

Dia berharap kasus seperti tiga bocah di Makassar tak lagi terjadi di masa depan.

“Hancur hati saya. Sedih banget. Banyak anak-anak mengalami hal serupa yang sampai sekarang belum terungkap. Sangat tidak berprikemanusiaan,” katanya.

“Setia anak berhak untuk masa kecil yang indah, berhak untuk bisa bertumbuh kembang seperti semestinya,” Cornelia melanjutkan.

P2TP2A Makassar menampung tiga anak yang kabur dari rumah orang tua angkatnya di jalan Mirah Seruni, awal September lalu. Mereka mengaku tak tahan karena kerap disekap, disiksa, serta sering kelaparan.

Meimei, orang tua angkat mereka, sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polrestabes Makassar. Dia mengklaim dua dari tiga korban sebagai anak kandung. Tapi Polisi masih mengumpulkan bukti soal pengakuan itu.

“Kita masih menunggu hasil tes DNA. Sejauh ini juga belum ada dokumen yang mendukung pengakuan tersangka,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar Kompol Wirdhanto Hadicaksono.

(SUR)