Bupati Lombok Tengah Ancam Nelayan Penjual Bantuan

Lombok Tengah: Bupati Lombok Tengah, Nusa Tengara Barat, HM Suhaili Fadhil Thohir mengancam nelayan yang menerima tetapi kemudian menjual konverter kit elpiji bantuan dari pemerintah. Dia meminta bantuan dari tokoh masyarakat untuk ikut mengawasi.

“Saya minta kepala dusun laporkan dan catat kalau ada nelayan yang menjual bantuan yang diberikan. Bila perlu buat hukum adat kalau ada yang menjual bantuan tidak perlu dipedulikan lagi,” kata Suhaili Fadhil Thohir, seperti yang dilansir Antara, di Lombok Tengah, Kamis, 27 September 2018.

Hal itu ditegaskan Bupati Suhaili ketika membagikan 500 paket perdana konverter kit lengkap dengan dua tabung gas ukuran tiga kilogram di Pelabuhan Perikanan Teluk Awang, Desa Mertak, Kecamatan Pujut.

Menurut dia, bantuan dari pemerintah pusat untuk nelayan relatif banyak. Tidak hanya peralatan menangkap ikan, tetapi juga asuransi jiwa. Bantuan untuk nelayan jauh lebih besar jika dibandingkan dengan petani. Karena itu nelayan harus memanfaatkan sebaik-baiknya bantuan yang diberikan pemerintah.

“Banyak yang sudah diberikan perahu dan peralatan menangkap ikan, tapi tetap mengeluh dan lama-lama menjual bantuan. Tapi mudahan saudara-saudaraku di Teluk Awang tidak ada yang begitu. Saya yakin semuanya manut,” ucap Suhaili.

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Alimuddin Baso, menyebut pembagian paket perdana konverter kit bahan bakar minyak ke elpiji merupakan upaya pemerintah mengurangi penggunaan BBM yang harganya relatif mahal dan kurang ramah lingkungan.

Paket konverter kit elpiji yang diberikan kepada 500 nelayan di Kabupaten Lombok Tengah, terdiri atas beberapa komponen, yaitu mesin penggerak, konverter kit, as panjang, baling-baling, dua unit tabung elpiji ukuran tiga kilogram, as panjang dan baling-baling, serta aksesoris pendukung lainnya (reducer, regulator, mixer).

Sebanyak 25.000 nelayan di 55 kabupaten/kota menjadi sasaran penerima bantuan pada 2018. Termasuk di dalamnya lebih dari 2.000 nelayan di NTB. “Saya berharap bantuan konverter kit elpiji tersebut bisa menghemat ekonomi bagi keluarga nelayan. Jadi mohon dijaga dan jangan dijual karena dibeli dari pajak yang dibayarkan oleh rakyat,” katanya.

(SUR)