Pesona Kota Tinutuan

isatawan menikmati keindahan alam bawah laut di Taman Nasional Bunaken, Manado, Sulawesi Utara. (Foto: MI/Panca Syurkani).

Jakarta: Manado identik dengan ragam kuliner yang unik. Manado juga menyimpan kekayaan sejarah dan budaya. Salah satunya, Tari Tetengkoren.

Tari Tetengkoren merupakan hasil perkembangan zaman. Tarian ini merupakan buah kreativitas para perempuan Minahasa, yang diciptakan dan beredar pada 1990-an. Tarian khas ini sering dijumpai pada kegiatan kebudayaan, acara pembukaan suatu kegiatan pemerintahan, dan paling sering dijumpai di Bale/Wale.

Bale/Wale memiliki arti tempat melakukan aktivitas dalam kehidupan berkeluarga. Rumah adat tradisional Minahasa ini memiliki dua tangga di serambi depan, sesuai dengan filosofi masyarakat Minahasa.

Rumah panggung yang berasal dari Desa Woloan itu memiliki tangga di kiri dan kanan bagian depan rumah, berperan khusus saat terjadi pinangan (pernikahan) secara adat. Hal ini menjadi alasan mengapa Bale/Wale masih dirawat sejak dibangun pada 116 tahun silam.

Rumah tradisional Minahasa ini sengaja dilestarikan agar bisa menjadi cagar budaya yang masih digunakan. Biasanya, Bale/Wale digunakan sebagai kegiatan kebudayaan di kota Manado, seperti tarian dan teater.

Tak cuma tarian, Manado juga memiliki makanan khas Minahasa yang masih bertahan dari 1940-an hingga sekarang, yaitu cekalang fufu. Makanan kelolahan ikan cekalang ini selalu menjadi favorit wisatawan, meski telah terdapat pengembangan resep.
 
Bagi pecinta pantai dan keindahan bawa laut, Manado memiliki Pulau Bunaken yang bisa dikunjungi wisatawan untuk melihat keindahan pantai dan bawah lautnya. Pulau Bunaken sendiri telah ditetapkan sebagai salah satu taman nasional bawah laut yang indah.

Saksikan selengkapnya keindahan Manado dalam program IDEnesia Metro TV pada Minggu, 30 September 2018, pukul 21.30 WIB.

(ROS)