Warga Parigi Belum Mendapat Bantuan

Kondisi setelah gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulteng. (AFP/Adek Berry)

Gorontalo: Warga yang berada di Parimo, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong hingga Talise, Kota Palu, membutuhkan pasokan makanan, air bersih dan aliran listrik. Pasalnya, hingga tiga hari setelah bencana gempa bumi mengguncang Palu, belum ada bantuan yang masuk. 

Melansir Antara, Nada, salah satu warga setempat, mengaku jika listrik menjadi salah satu kebutuhan utama warga. “Saya bersama rekan-rekan keluar dari Kota Palu hanya untuk mencari penjualan bensin, termasuk mencari makanan,” ujar Nada, Minggu, 30 September 2018. 

Ia mengungkap, kondisi tempat tinggalnya di Parimo hingga kini masih gelap gulita saat malam hari. Sementara itu, pantauan Antara, lalu lintas dari Kota Palu ke Toboli padat lancar. 

Umumnya pengendara motor pulang ke Kota Palu. Sementara pantauan dari arah Toboli, kebanyakan warga masuk ke Kota Palu, akan menjemput sanak keluarga yang masih bertahan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan, data terbaru jumlah korban meninggal dunia akibat gempa yang disusul tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, menjadi 832 jiwa.

Kepala Pusat Informasi dan Komunikasi BNPB,  Sutopo pada  konferensi pers di Graha BNPB Jakarta Timur, Minggu, menyebutkan korban meninggal di Kota Palu tercatat 821 orang dan di Donggala 11 orang.

(LDS)