Dua Korban Asal Palu Melahirkan di Kapal

Pengungsi asal Sulteng mengungsi ke Makassar dengan KRI Makassar, Medcom.id – Andi Aan

Makassar: Kapal Perang Indonesia (KRI) Makassar-590 TNI Angkatan Laut bertolak dari dermaga Pantoloan Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu 3 Oktober 2018. Kapal dengan nomor lambung 590 membawa 1.609 korban gempa dan tsunami asal Palu dan Donggala yang akan mengungsi di Makassar, Sulawesi Selatan.

Siaran pers Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal VI) mengungkapkan para pengungsi antre naik ke kapal sejak Rabu pagi. Mereka membawa barang pribadi seadanya yang sempat diselamatkan saat bencana. 

“Ini merupakan tugas kami dalam melaksanakan operasi dukungan bantuan bencana gempa bumi di wilayah Provinsi Sulteng dan Sulbar,” kata Komandan KRI Makassar-590 Letkol Laut (P) Anton Pratomo melalui siaran pers.

Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Aris Bachtiar mengatakan, KRI Makassar-590 diperkirakan tiba di Pelabuhan Makassar pada Kamis 4 Oktober, pukul 18.00 Wita. Berbagai unsur telah menyusun langkah persiapan mengantisipasi kedatangan para pengungsi.

“Di antara penumpang tersebut terdapat sembilan orang yang sakit dan dua orang melahirkan di atas kapal,” kata AKBP Aris di Makassar.

Aris mengatakan, korban gempa, setelah berlabuh, akan langsung dibawa ke lokasi pengungsian di Asrama Haji Sudiang Makassar. Mereka diangkut dengan 30 bus. Kendaraan disiapkan oleh berbagai instansi di lingkup Pemkot Makassar dan Pemprov Sulsel.

“Unsur terkait juga menyiapkan logistik makanan dan minuman siap saji untuk para pengungsi saat KRI Makassar-590 sandar di Pelabuhan Makassar,” kata Aris.

Sebagian korban gempa dan tsunami Sulteng diungsikan ke Makassar beberapa hari terakhir. Mereka ditampung di beberapa lokasi pos pengungsian dan rumah sakit. Sebagian hanya transit karena dijemput oleh keluarga.

(RRN)