Empat Anjing Andalan Pencari Korban

Tim SAR Dog Jakarta Rescue bersama anjing penyelamat yang diterjunkan untuk mencari korban gempa di reruntuhan Hotel Roa Roa, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 3 Oktober 2018. Medcom.id/ Surya Perkasa.

Palu: Alfa, Delta, Athena, dan Igor sedang beristirahat. Empat ekor anjing penyelamat terlatih ini diterjunkan untuk mencari korban di reruntuhan Hotel Roa Roa, Palu, Sulawesi Tengah.

Alfa tertidur sambil melirik-lirik warga dan Delta bercanda dengan dog handler (pawang anjing) dari SAR Dog Jakarta Rescue (SDJR). Dua bersaudara ini anjing ras golden retriever.
 
Sedangkan badan Igor dan Athena dari ras belgian malinois tengah dibasahi.

“Cuaca di sini panas. Saya enggak berani lebih dari 15 menit, takut mereka kena serangan panas,” kata Ketua Umum SDJR Fitriana Suprapto, di lokasi, Rabu, 3 Oktober 2018.

Keempat ekor anjing yang diterjunkan ini berpengalaman dalam penyelematan korban bencana. Delta misalnya, pernah beraksi dalam pencarian korban gempa Nepal dan Alfa terjun di Gempa Lombok.

Tugas dan peran keempat sekawan ini tidak sembarangan. Mereka bertugas untuk mendeteksi dan mencari lokasi potensial korban.

“Kalau sudah terkonfirmasi, tim SAR menggali reruntuhan. Tadi baru saja titik yang digali ditemukan jasad korban,” ungkap Fitriana.

Tak mudah mendidik anjing penyelamat. Perlu waktu bertahun-tahun untuk mendidik anjing tersebut.

Pelatihan ketangkasan, kepatuhan, sampai kemampuan pencarian dan penyelamatan membutuhkan waktu setidaknya dua tahun

 Alfa dan Delta merupakan, dua anjing yang memiliki sertifikasi dari IRO, lembaga di bawah UNHCR.

Badan PBB yang mengurusi penanggulangan bencana dan kemanusiaan.

 “Ada prosedur yang mesti dipahami dog handler dan SAR Dog. Ini yang mesti dilatih, jadi proses penyelamatan dan perawatan anjing penyelamat itu tidak bisa sembarangan,” pungkas Fitriana.

(DEN)