TNI Distribusikan Pakaian ke Korban Gempa Palu

Palu: Satuan Tugas Gabungan Bantuan Kesehatan Penganggulangan Bencana Alam Palu Sulawesi Selatan (Satgasgab Bankes Gulbencal) Satuan Yonkes 2/2 Kostrad mendistribusikan pakaian bekas layak pakai kepada korban gempa dan tsunami di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah. Pendistribusian ini dilakukan bersama Posko Kementerian Sosial (Kemensos).

Komandan Regu Perbekalan Satgas Bankes Divif 2 Kostrad, Sertu Dedi Irfan Jaya mengatakan pakaian Bekas layak pakai ini disalurkan kepada para pengungsi karena minimnya sisa pakaian dari para korban bencana alam. 

“Diharapkan dengan adanya distribusi pakaian bekas layak pakai ini, para pengungsi dapat berganti pakaian. Hal ini termasuk salah satu upaya preventif yang dilakukan agar para pengungsi tidak terserang penyakit kulit,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis 4 Oktober 2018.

Dedi menambahkan selain mendistribusikan pakaian bekas layak pakai, regu perbekalan juga mendirikan dapur lapangan. Fungsinya yakni sebagai lokasi untuk mendistribusikan logistik berupa makanan dan minuman kepada para pengungsi.

Selain itu, Danyonkes 2/2 Kostrad, Letnan Kolonel dr Djeffri Federik Longdong, mengaku pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada korban bencana yang berada di tenda-tenda pengungsian di sekitar wilayah Balaroa bahwa tersedia Rumah Sakit Lapangan di Halaman Kantor BMKG Kelas 1 Palu.

“Hal ini kita lakukan karena minimnya informasi yang diterima oleh para pengungsi yang letaknya di pelosok-pelosok Kelurahan Balaroa. Terbukti dengan banyaknya tanggapan pengungsi saat dilakukan Sosialisasi Rumah Sakit Lapangan, mereka tidak mengetahuinya,” ungkapnya.

Sosilasi yang dilaksanakan oleh prajurit satgas ini dilakukan dengan berjalan kaki. Sebab lokasi sosialisasi berada di daerah menanjak, sehingga prajurit satgas harus menyusuri pelosok Kelurahan Balaroa yang kondisi geografisnya berupa perbukitan.

“Pentingnya sosialisasi Rumah Sakit Lapangan agar para pengungsi yang berada di pelosok Kelurahan Balaroa mengetahui dan segera berobat sehingga sakit yang diderita tidak semakin parah,” terangnya.

Sementara itu, saat melaksanakan sosilasasi, Kapten Ckm Dwi Yatno mengatakan bahwa banyak ditemukan pengungsi yang mengalami sakit sejak terjadinya Gempa dan Tsunami. Para pengungsi yang sakit itu sampai saat ini belum ada penanganan medis. 

“Setelah Sosialisasi saya akan melaporkan kepada Komandan Satgas agar Kelompok Evakuasi Rumah Sakit Lapangan segera melakukan evakuasi terhadap korban yang sakit,” pungkasnya.

(ALB)