Joki CPNS di Makassar Diduga Jaringan Sindikat Nasional

Makassar: Petugas Kepolisian menangkap empat pelaku joki pada tes seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Hukum dan HAM, yang digelar di Makassar, Sulawesi Selatan. Pelaku diamankan beserta seorang makelar atau broker dan satu peserta tes seleksi.

Kepala Polrestabes Makassar Kombes Irwan Anwar mengatakan, penyidik masih mengejar pelaku lain. Mereka yang buron diduga berperan sebagai broker, perantara, dan peserta seleksi.

“Total sembilan orang yang DPO (dalam pencarian orang),” kata Irwan di Makassar, Senin, 29 Oktober 2018.

Baca: Polisi Tangkap Empat Joki CPNS di Makassar

Empat orang joki yang ditangkap masing-masing bernama Ahmad Lutfi, Hamdi Widi, Martin Tumpak Rumapea, dan Adi Putra Sujana. Berdasarkan keterangan mereka, polisi kemudian menangkap seorang peserta asli seleksi CPNS bernama Musriadi serta makelar atau broker atas nama Wahyudi.

Irwan mengatakan, para pelaku joki merupakan anggota jaringan level nasional sbobet indonesia. Sebab Wahyudi, broker yang berstatus PNS tenaga kesehatan di Pelindo IV Makassar, mendatangkan mereka dari sejumlah daerah di luar Sulsel.

“Ada yang didatangkan dari Jakarta, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Mereka lulusan universitas ternama,” jelas Irwan.

Polisi menduga jaringan joki yang tertangkap sudah beroperasi sejak satu atau dua tahun lalu. Penyidik bakal menelusuri jejak mereka, termasuk mencari tahu PNS yang telah lulus dengan bantuan joki saat tes seleksi.

“Jaringan ini bekerja dengan modus awalnya membuka les privat bagi para calon peserta tes seleksi CPNS. Dari situ mereka membuka komunikasi untuk menawarkan jasa joki,” ungkap Irwan.

Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani mengungkapkan, bahwa para joki diimingi imbalan cukup besar. Jika peserta seleksi CPNS lulus tes, mereka dijanjikan uang senilai Rp10 juta hingga Rp40 juta.

“Sedangkan broker meminta kepada peserta antara Rp125 juta hingga Rp150 juta,” beber Dicky.