Kartu Nikah Bukan Pengganti Buku Nikah

Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi meluncurkan kartu nikah pada tengah pekan lalu dan mulai diterbitkan akhir November 2018. Antara Foto/Muhammad Adimaja

Manado: Kementerian Agama Sulawesi Utara menegaskan fungsi kartu nikah bukan untuk menggantikan buku nikah yang sudah ada. Kartu nikah merupakan tambahan legalitas buku kutipan akta nikah yang sudah dicetak.

“Buku nikahnya tetap dicetak. Nah kartu ini tambahan legalitas pernikahan agar praktis bisa dibawa ke mana-mana,” kata¬†Kepala Seksi Kepenghuluan dan Pemberdayaan KUA Kemenag Sulut Rusdi Musangit di Manado, Selasa, 13 November 2018.

Dia meminta agar masyarakat tak salah paham terkait penerapan ini sehingga tidak menimbulkan masalah. “Jadi buku nikah itu tetap dicetak bersama dengan tambahannya kartu nikah yang sekarang ini sementara dipersiapkan ini,” ujarnya.

Baca: Menteri Agama Pastikan Buku Nikah tak Dihilangkan

Menurut Rusdi, pihaknya sementara menyiapkan server untuk pencatatan pernikahan secara daring ini. Sebab, Kemenag Sulut belum mempunyai server atau aplikasi pencatatan online.

“Jadi servernya masih di pusat langsung. Namun beberapa daerah seperti¬† minahasa, Minahasa Utara dan Bolaang Mongondow sudah mulai menerapkan sistem pencatatan online,” terangnya.

Di sisi lain, ujar Rusdi, masalah yang saat ini dihadapi adalah ketidaktersediaan alat cetak kartu nikah. Sebab, di Sulut belum ada satu pun KUA yang memiliki alat tersebut.

“Namun, 2019 nanti insya Allah di Manado sudah bisa. Karena untuk anggaran dari Kemenag pusat baru Manado yang mendapatkan, untuk 10 KUA,” bebernya.

Selain alat, menurutnya, ada juga masalah jaringan internet dan kuota server. “Jaringan ini memang sering ditemui di beberapa lokasi yang memang sulit jaringannya, sehingga memperlambat pencatatan. Dan kuota server. Kita belum tahu kuota server kita berapa besar yang akan diberikan,” bebernya.

(SUR)